Kriteria / Persyaratan

Kriteria Umum

Tidak sedang mengikuti kegiatan diklat CPNS, PPG, atau kegiatan lain yang dilaksanakan secara bersamaan dengan proses rekrutmen dan pendidikan guru penggerak.
Guru PNS maupun Non PNS baik dari sekolah negeri maupun sekolah swasta
Memiliki akun guru di Data Pokok Pendidikan (Dapodik)
Memiliki kualifikasi pendidikan minimal S1/D4
Memiliki pengalaman minimal mengajar 5 tahun
Memiliki masa sisa mengajar tidak kurang dari 10 tahun
Memiliki keinginan kuat menjadi Guru Penggerak
Program guru penggerak akan ditujukan untuk guru TK, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB

Kriteria Seleksi

Menerapkan pembelajaran yang berpusat pada murid
Memiliki kemampuan untuk fokus pada tujuan
Memiliki kompetensi menggerakkan orang lain dan kelompok
Memiliki daya juang (resilience) yang tinggi
Memiliki kompetensi kepemimpinan dan bertindak mandiri
Memiliki kemampuan untuk belajar hal baru, terbuka pada umpan balik, dan terus memperbaiki diri.
Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan efektif dan memiliki pengalaman mengembangkan orang lain
Memiliki kedewasaan emosi dan berperilaku sesuai kode etik
A. Kerangka Desain Program Pendidikan Guru Penggerak

Topik Utama


Pemimpin Pembelajaran
Pembelajaran
Berdeferensiasi
Komunitas
Praktik
Pembelajaran
Sosial dan Emosi
Metode Pelatihan

Pelatihan Daring, Lokakarya, Konferensi, dan Pendampingan

70%

Belajar di tempat kerja dan Komunitas Praktik meliputi pemberian umpan balik dari atasan, rekan, dan siswa

20%

Belajar dari rekan dan guru lain

10%

Pelatihan Formal

Asesmen


Hasil penugasan dan praktik peserta pelatihan

Umpan balik dari rekan sejawat, fasilitator, dan kepala sekolah

Peningkatan hasil belajar siswa

Prinsip Pelatihan


Andragogi

Pembelajaran Berbasis Pengalaman

Kolaboratif

Reflektif

B. Materi dan Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran

Calon Guru Penggerak mampu memahami filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan melakukan refleksi kritis atas hubungan nilai-nilai tersebut dengan konteks pendidikan lokal dan nasional pada saat ini.
Calon Guru Penggerak mampu menjalankan strategi sebagai pemimpin pembelajaran yang mengupayakan terwujudnya sekolah sebagai pusat pengembangan karakter dengan budaya positif.
Calon Guru Penggerak mampu mengembangkan dan mengkomunikasikan visi sekolah yang berpihak pada murid kepada para guru dan pemangku kepentingan.

Topik Pembelajaran

  • Filosofi Pendidikan Indonesia
  • Nilai-nilai dan peran Guru Penggerak
  • Membangun visi sekolah
  • Membangun budaya positif di sekolah

Durasi pembelajaran: Dua (2) bulan

Capaian Pembelajaran

Calon Guru Penggerak dapat mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi untuk mengakomodasi kebutuhan belajar siswa yang berbeda.
Calon Guru Penggerak mampu mengelola emosi dan mengembangkan keterampilan sosial yang menunjang pembelajaran.
CGP mampu melakukan praktik komunikasi yang memberdayakan sebagai keterampilan dasar seorang coach .
Calon Guru Penggerak mampu menerapkan praktik coaching sebagai pemimpin pembelajaran.

Topik Pembelajaran

  • Pembelajaran berdifferensiasi
  • Pembelajaran emosi dan sosial
  • Coaching

Durasi pembelajaran: Dua (2) bulan

Capaian Pembelajaran

Calon Guru Penggerak mampu melakukan praktik pengambilan keputusan yang berdasarkan prinsip pemimpin pembelajaran.
Calon Guru Penggerak mampu melakukan strategi pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, waktu, dan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berdampak pada murid.
Calon Guru Penggerak mampu merencanakan, mengorganisasikan, dan mengarahkan program perbaikan dan perubahan sekolah, serta memantaunya agar berjalan sesuai rencana dan mengarah pada tujuan.
Calon Guru Penggerak mampu mengembangkan kegiatan berkala yang memfasilitasi komunikasi murid, orangtua dan guru serta menyediakan peran bagi orangtua terlibat dalam proses belajar yang berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran.

Topik Pembelajaran

  • Pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran
  • Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya
  • Pengelolaan program yang berdampak pada murid

Durasi pembelajaran: Dua (2) bulan

Capaian Pembelajaran

CGP merefleksikan perannya sebagai GP dan strategi yang telah dijalankan sebagai guru penggerak.
CGP berbagi praktik baik dengan rekan sejawat.
CGP membuat rencana tindak lanjut dan kolaborasi dengan rekan sejawat.
Calon guru penggerak membuat rencana tindak lanjut dan berkolaborasi dengan rekan sejawat.

Topik Pembelajaran

  • Menjadi fasilitator kelompok dan perubahan
  • Penyegaran topik-topik inti di modul 1, 2, dan 3
  • Mengevaluasi proses mentoring bersama mentor
  • Membagikan praktik baik kepemimpinan pembelajaran.

Durasi pembelajaran: Tiga (3) bulan



Mari dukung Guru Penggerak dengan menjadi Fasilitator dan Pengajar Praktik.



Gambaran Umum

Fasilitator mendampingi Calon Guru Penggerak selama proses pendidikan. Melakukan refleksi mingguan melalui forum Pendampingan, mencatat serta menganalisis perkembangan peserta pelatihan

Masa Tugas

Fasilitator akan bertugas selama 6 bulan pada setiap angkatan program guru penggerak

Tugas Fasilitator PGP
Fasilitator mempunyai tugas mencatat perkembangan peserta selama pendidikan guru penggerak secara daring dan pendampingan selama pendidikan, mengumpulkan tugas-tugas dan memberi umpan balik kepada peserta, memberikan motivasi dan membantu peserta dalam menjalankan perannya, turut memberikan umpan balik kepada instruktur untuk perbaikan sesi dan memfasilitasi proses diskusi dan refleksi peserta. Calon fasilitator berasal dari Widyaiswara dan Pengawas Sekolah yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Persyaratan Calon Fasilitator

Calon fasilitator Program Pendidikan Guru Penggerak harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. memiliki kualifikasi pendidikan minimal S2 untuk Widyaiswara, dan minimal S1 untuk Pengawas Sekolah;
  2. memiliki pengalaman mengajar dan/atau melatih minimal 5 (lima) tahun;
  3. berkomitmen untuk memenuhi kewajiban secara penuh sebagai fasilitator;
  4. mendapatkan izin dari atasan;
  5. tidak menjadi asesor pada program sekolah penggerak;
  6. tidak menjadi asesor, pengajar praktik/pendamping pada program pendidikan guru penggerak
Pendaftaran Fasilitator

Pendaftaran calon fasilitator mengikuti langkah-langkah berikut ini.

  1. Mengakses portal sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak;
  2. Cari menu Registrasi Fasilitator Guru Penggerak;
  3. Masukan Akun dan kata sandi SIMPKB ;
  4. Melengkapi CV, esai, dan unggah syarat berkas lainnya;
  5. Melakukan AJUAN sebagai calon fasilitator Guru Penggerak
  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan laman dan SIM Aplikasi pendaftaran calon fasilitator;
  2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mensosialisasikan Program Pendidikan Guru Penggerak kepada masyarakat dan pihak-pihak yang terkait;
  3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengumumkan pendaftaran calon fasilitator secara daring melalui laman maupun melalui surat kepada kepala PPPPTK, LPPKS, dan kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota;
  4. calon fasilitator melakukan pendaftaran secara daring pada laman https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak dengan memberikan isian pernyataan/pertanyaan dan mengunggah dokumen persyaratan yang terdiri dari:
    • Mengisi biodata diri pada laman;
    • Mengunggah KTP
    • Mengunggah salinan ijazah pendidikan terakhir;
    • Mengunggah pakta integritas sebagai fasilitator (sesuai format);
    • Mengunggah surat izin dari pimpinan satuan kerja (sesuai format);
    • Mengisi esai pada laman yang telah disediakan.
  5. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan seleksi tahap 1 (administrasi dan esai) sesuai unggahan dan isian pada poin 4;
  6. Bagi calon fasilitator yang dinyatakan lolos seleksi tahap 1 akan dilanjutkan ke seleksi tahap 2 dengan cara mengikuti simulasi mengajar dan wawancara;
  7. Calon fasilitator yang dinyatakan lulus tahap 2, akan mengikuti seleksi tahap 3 yaitu mengikuti pembekalan calon fasilitator PGP;
  8. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan dan mengumumkan calon fasilitator yang lolos seleksi tahap 3 (pembekalan) dan menyampaikan pimpinan unit kerja terkait.

Dokumen yang harus dilengkapi calon fasilitator sebagai berikut.

  1. Biodata pada laman;
  2. Foto copy KTP;
  3. Salinan ijazah terakhir;
  4. Fakta integritas sebagai fasilitator (sesuai format);
  5. Surat izin dari pimpinan satuan kerja (sesuai format);

Tempat rekrutmen calon fasilitator dan pelaksanaan pembekalan dikoordinasikan oleh Direktorat Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pembekalan dan Asesmen

Kegiatan pembekalan diakhiri dengan asesmen untuk menentukan kelayakan peserta sebagai calon fasilitator pada program pendidikan guru penggerak. Kelayakan fasilitator ditentukan melalui indikator sebagai berikut

  1. mengikuti penuh seluruh materi kegiatan pembekalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan;
  2. menyelesaikan semua tugas-tugas yang diberikan oleh instruktur/fasilitator utama;
  3. memenuhi batas minimal kelayakan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ketetapan dan Sertifikasi

Calon peserta yang dinyatakan layak berdasarkan asesmen di atas, akan ditetapkan sebagai fasilitator PGP dan memperoleh sertifikat sebagai fasilitator Program Pendidikan Guru Penggerak dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bagi peserta yang belum memenuhi kelayakan, dapat mengikuti kegiatan asesmen calon fasilitator pada periode berikutnya. Fasilitator Program Pendidikan Guru Penggerak akan dilibatkan dalam proses fasilitasi Pendidikan Guru Penggerak.

Kriteria / Persyaratan

Kriteria Umum

Pengawas yang lulus seleksi dan telah mengikuti pelatihan fasilitator
Terbiasa menggunakan media sosial dan Learning Management System (LMS)
Memiliki kemampuan komunikasi secara efektif baik daring dan luring

Kompetensi Yang di Harapkan

Menguasai penggunaan Google Classroom dan atau Learning Management System (LMS) Kemdikbud
Mampu berkomunikasi dengan efektif secara daring
Mau belajar hal baru
Mampu memberikan umpan balik (feedback) secara online
Mampu melakukan personalised coaching dan mentoring, memotivasi peserta selama program
Berkomitmen untuk memenuhi deadline
Mampu melakukan fasilitasi kelas online ( membuka dan mempertahankan diskusi peserta )

Peran

Mencatat perkembangan peserta selama pelatihan tatap muka dan pendampingan
Mengumpulkan tugas-tugas peserta dan memberi umpan balik kepada peserta
Memotivasi dan membantu peserta dalam menjalankan perannya
Turut memberikan umpan balik kepada instruktur untuk perbaikan sesi
Membangun refleksi kepada peserta

Gambaran Umum

Pengajar Praktik mendampingi peserta menjalankan perannya sebagai calon guru penggerak, khususnya pada pasca pelatihan selama 9 bulan. Pengajar Praktik diundang sebagai instruktur tamu pada proses Pendampingan

Masa Tugas

Pengajar Praktik akan bertugas selama 9 bulan
Kriteria / Persyaratan

Kriteria Umum

Tidak sedang mengikuti kegiatan diklat PPG, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, atau kegiatan lain yang dilaksanakan secara bersamaan dengan proses rekrutmen dan pendidikan guru penggerak.
Guru, kepala sekolah, atau pegiat pendidikan yang telah menerapkan kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership)
Mendapat izin dari pimpinan/ atasan tempat bekerja. Jika merupakan praktisi/konsultan individu (tidak perlu surat izin)
Bersedia mendampingi peserta selama proses pelatihan dan Pendampingan selama 9 bulan

Kriteria Khusus

Guru
  • Minimal pendidikan S1/D4
  • Memiliki pengalaman mengajar 5 tahun
  • Memiliki sisa masa kerja minimal 2 tahun sebelum pensiun
  • Mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada murid
  • Memiliki pengalaman mentoring/ pelatihan guru selama 1 tahun
  • Berkomitmen untuk menyelesaikan program
  • Memiliki pengalaman kepemimpinan (Contoh: Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Ketua MGMP/KKG, Asosiasi Guru, koordinator komunitas, ketua organisasi pendidikan lainnya, dll)
Kepala Sekolah
  • Minimal pendidikan S1/D4
  • Memiliki pengalaman mengajar 5 tahun
  • Memiliki sisa masa kerja minimal 2 tahun sebelum pensiun
  • Mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada murid
  • Memiliki pengalaman mentoring/ pelatihan guru selama 1 tahun
  • Berkomitmen untuk menyelesaikan program
  • Memiliki pengalaman kepemimpinan (Contoh: Ketua MGMP/KKG, MKKS, MKPS, Asosiasi Guru, koordinator komunitas, ketua organisasi pendidikan lainnya, dll)
Praktisi/ Akademisi/ Konsultan
  • Minimal pendidikan S1/D4
  • Memiliki pengalaman mengajar atau melatih guru selama 5 tahun
  • Mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada murid
  • Memiliki pengalaman mentoring/ pelatihan guru selama 1 tahun
  • Berkomitmen untuk menyelesaikan program
  • Memiliki pengalaman kepemimpinan (contoh: pemimpin organisasi, komunitas, lembaga/instansi, dll)

Peran

Memfasilitasi lokakarya pada setiap bulan
Berbagi praktik baik dengan calon guru penggerak
Mengevaluasi dan memberi umpan balik calon guru penggerak
Memfasilitasi proses refleksi dan rencana tindak lanjut untuk peserta saat masa daring
Membuat laporan capaian perkembangan calon guru penggerak

Kompetensi Yang di Harapkan

Menguasai teknik dan keterampilan mentoring dan coaching
Menyusun rencana Pendampingan
membuat kesepakatan dengan calon guru penggerak
Membuat jadwal Pendampingan
Memiliki komitmen untuk memenuhi tenggat waktu
Mengevaluasi dan memberi umpan balik calon guru penggerak
Berkomunikasi dengan efektif
Memiliki kemampuan andragogi
Jadwal Seleksi dan Pelaksanaan Program Guru Penggerak Angkatan 1 - 6
Angkatan Jumlah calon guru penggerak Jumlah daerah Rekrutmen Pengajar Praktik atau fasilitator Rekrutmen calon guru penggerak Tanggal mulai pendidikan
Angkatan 1 2800 56 15 Juni - 11 Agustus 2020 13 Juli 2020 13 Oktober 2020
Angkatan 2 2800 56 20 Oktober 2020 12 Oktober 2020 2 April 2021
Angkatan 3 2800 56 18 Januari 2021 18 Januari 2021 12 Agustus 2021
Angkatan 4 8000 160 1 Maret 2021 8 Mei 2021 25 Oktober 2021
Angkatan 5 8000 160 8 Oktober 2021 8 Oktober 2021 8 April 2022
Angkatan 6 8050 161 15 Januari 2022 15 Januari 2022 12 Agustus 2022

Jika ada perubahan waktu akan diumumkan melalui laman https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/


Daerah Sasaran Program Guru Penggerak Angkatan 1

  • Kab. Badung
  • Kota Denpasar
  • Kab. Manggarai Barat
  • Kab. Lombok Timur
  • Kab. Karangasem
  • Kab. Sikka
  • Kab. Ende
  • Kab. Timor Tengah Utara
  • Kab. Bima

  • Kab. Banggai Kepulauan
  • Kab. Kepulauan Talaud
  • Kab. Mamasa
  • Kab. Bone
  • Kab. Wajo
  • Kab. Pinrang
  • Kab. Minahasa
  • Kab. Polewali Mandar
  • Kab. Parigi moutong

  • Kab. Maluku Tengah
  • Kota Ambon
  • Kab. Biak numfor
  • Kota Sorong
  • Kota Jayapura
  • Kab. Maluku Tenggara
  • Kab. Kepulauan Yapen
  • Kota Tual
  • Kab. Sarmi

  • Kota Malang
  • Kab. Temanggung
  • Kab. Kulon progo
  • Kab. Bogor
  • Kab. Cilacap
  • Kab. Banyumas
  • Kab. Garut
  • Kab. Brebes
  • Kab. Cirebon
  • Kab. Bekasi

  • Kota Pontianak
  • Kab. Kapuas
  • Kab. Penajem Paser Utara
  • Kab. Tabalong
  • Kab. Kubu Raya
  • Kab. Tanah Laut
  • Kab. Sanggau
  • Kab. Landak
  • Kab. Mempawah

  • Kota Padang
  • Kota Pekanbaru
  • Kab. Indragiri Hilir
  • Kab. Deli Serdang
  • Kota Palembang
  • Kab. Tulang Bawang Barat
  • Kab. Langkat
  • Kab. Tanggamus
  • Kab. Aceh Utara
  • Kab. Pidie
Daerah Sasaran Program Guru Penggerak Angkatan 2

Daerah Sasaran Program Guru Penggerak Angkatan 3

Daerah Sasaran Program Guru Penggerak Angkatan 4

Daerah Sasaran Program Guru Penggerak Angkatan 5

  • Kab. Manggarai Barat
  • Kab. Timor Tengah Utara
  • Kab. Gianyar
  • Kab. Buleleng
  • Kab. Lombok Tengah

  • Kab. Kolaka Timur
  • Kab. Buton Tengah
  • Kab. Toraja Utara
  • Kab. Enrekang
  • Kab. Maros
  • Kab. Luwu
  • Kab. Morowali Utara
  • Kab. Bolaang Mongondow
  • Kab. Minahasa Utara
  • Kab. Tolitoli
  • Kota Kendari
  • Kab. Luwu Utara
  • Kota Gorontalo
  • Kab. Bone Bolango
  • Kab. Buton
  • Kota Parepare
  • Kab. Gorontalo Utara
  • Kab. Bantaeng
  • Kab. Bolaang Mongondow Utara
  • Kab. Mamuju Tengah
  • Kab. Parigi Mountong
  • Kab. Bulukamba
  • Kab. Soppeng
  • Kota Makassar
  • Kab. Gowa

  • Kab. Tolikara
  • Kab. Maybrat
  • Kab. Yahukimo
  • Kab. Mamberamo Tengah
  • Kab. Intan Jaya
  • Kab. Nduga
  • Kab. Yalimo
  • Kab. Puncak
  • Kab. Mamberamo Raya
  • Kab. Manokwari Selatan
  • Kab. Deiyai
  • Kab. Pegunungan Arfak
  • Kab. Teluk Bintuni
  • Kab. Dogiyai
  • Kab. Pegunungan Bintang
  • Kab. Teluk Wondama
  • Kab. Waropen
  • Kab. Boven Digoel
  • Kab. Supiyori
  • Kab. Puncak Jaya
  • Kota Sorong
  • Kab. Sarmi
  • Kab. Halmahera Selatan
  • Kab. Halmahera Utara
  • Kab. Sorong

  • Kota Yogyakarta
  • Kota Cimahi
  • Kota Kediri
  • Kota Salatiga
  • Kab. Sumedang
  • Kab. Blora
  • Kab. Jombang
  • Kab. Bojonegoro
  • Kab. Lamongan
  • Kab. Lumajang
  • Kab. Kendal
  • Kab. Trenggalek
  • Kab. Banjarnegara
  • Kab. Demak
  • Kab. Jepara
  • Kab. Kota Bekasi
  • Kab. Madiun
  • Kab. Semarang
  • Kab. Ngawi
  • Kab. Mojokerto
  • Kab. Kudus
  • Kab. Pacitan
  • Kab. Tuban
  • Kota Tangerang
  • Kab. Pekalongan
  • Kab. Pemalang
  • Kab. Situbondo
  • Kab. Purwakarta
  • Kab. Pamekasan
  • Kab. Sumenep
  • Kab. Kulon Progo
  • Kab. Banyumas
  • Kab. Bekasi
  • Kab. Bandung
  • Kab. Malang

  • Kab. Tapin
  • Kab. Sekadau
  • Kab. Katingan
  • Kab. Bulungan
  • Kab. Gunung Mas
  • Kab. Tanah Bumbu
  • Kota Singkawang
  • Kab. Kutai Timur
  • Kab. Berau
  • Kab. Malinau
  • Kab. Nunukan
  • Kab. Murung Raya
  • Kab. Seruyan
  • Kab. Lamandau
  • Kab. Sukamara
  • Kota Banjarmasin
  • Kota Samarinda
  • Kab. Kutai Kartanegara
  • Kab. Sambas
  • Kab. Hulu Sungai Tengah

  • Kota Dumai
  • Kota Metro
  • Kota Padang Sidempuan
  • Kab. Pelalawan
  • Kab. Lampung Barat
  • Kota Pariaman
  • Kota Tanjungpinang
  • Kab. Muaro Jambi
  • Kab. Rokan Hilir
  • Kab. Merangin
  • Kab. Nusi Banyuasin
  • Kab. Rokan Hulu
  • Kab. Indragiri Hulu
  • Kab. Aceh Tengah
  • Kab. Labuhanbatu Utara
  • Kab. Bangka
  • Kab. Pasaman Barat
  • Kab. Tebo
  • Kota Bengkulu
  • Kab. Pasaman
  • Kab. Rejang Lebong
  • Kab. Bungo
  • Kab. Sarolangun
  • Kab. Aceh Tamiang
  • Kota Banda Aceh
  • Kab. Tanjung Jabung Timur
  • Kab. Ogan Komering Ulu
  • Kab. Tanjung Jabung Barat
  • Kota Binjai
  • Kab. Bengkulu Utara
  • Kab. Padang Lawas Utara
  • Kab. Tulang Bawang
  • Kota Prabumulih
  • Kab. Labuhan Batu Selatan
  • Kab. Bangka Barat
  • Kab. Siak
  • Kab. Musi Rawas
  • Kab. Pidie Jaya
  • Kab. Aceh Tenggara
  • Kab. Empat Lawang
  • Kab. Bener Meriah
  • Kab. Mesuji
  • Kab. Pakpak Bharat
  • Kab. Kaur
  • Kab. Indragiri Hilir
  • Kota Bandar Lampung
  • Kab. Simalungun
  • Kota Medan
  • Kab. Lampung Tengah
  • Kab. Serdang Bedagai
Daerah Sasaran Program Guru Penggerak Angkatan 6

  • Kab. Ende
  • Kab. Sumbawa Barat
  • Kab. Tabanan
  • Kab. Sumbawa
  • Kab. Flores Timur
  • Kab. Lombok Barat
  • Kab. Dompu
  • Kota Mataram
  • Kab. Jembrana
  • Kab. Manggarai
  • Kota Bima

  • Kab. Buton Utara
  • Kab. Konawe Kepulauan
  • Kab. Donggala
  • Kab. Sigi
  • Kab. Tojo Una Una
  • Kab. Kolaka
  • Kab. Wakatobi
  • Kota Bitung
  • Kota Baubau
  • Kab. Kep. Siau, Tegulandang, Biaro
  • Kota Palopo
  • Kab. Boalemo
  • Kab. Buton Selatan
  • Kab. Pohuwato
  • Kab. Luwu Timur
  • Kab. Kolaka Utara
  • Kab. Konawe Utara
  • Kab. Bolaang Mongondow Timur
  • Kab. Bolaang Mongondow Selatan
  • Kab. Pasangkayu
  • Kab. Pinrang
  • Kota Palu
  • Kab. Binggai
  • Kab. Gorontalo
  • Kab. Jeneponto
  • Kab. Takalar
  • Kab. Pangkajene Kepulauan
  • Kab. Kepulauan Selayar
  • Kota Manado
  • Kab. Poso
  • Kab. Sidenreng Rappang

  • Kota Jayapura
  • Kab. Manokwari
  • Kota Ternate
  • Kab. Merauke
  • Kota Tidore Kepulauan
  • Kab. Buru
  • Kab. Halmahera Barat
  • Kab. Halmahera Timur
  • Kab. Mimika
  • Kab. Raja Ampat
  • Kab. Jayapura

  • Kota Jakarta Timur
  • Kota Jakarta Selatan
  • Kota Blitar
  • Kota Magelang
  • Kota Madiun
  • Kota Mojokerto
  • Kota Jakarta Barat
  • Kab. Wonosobo
  • Kab. Gresik
  • Kab. Batam
  • Kota Depok
  • Kab. Purbalingga
  • Kab. Gunung Kidul
  • Kota Tasikmalaya
  • Kota Jakarta Pusat
  • Kota Jakarta Utara
  • Kab. Rembang
  • Kota Cirebon
  • Kota Cilegon
  • Kota Tegal
  • Kota Sukabumi
  • Kota Probolinggo
  • Kota Pasuruan
  • Kota Batu
  • Kota Pekalongan
  • Kab. Pangandaran
  • Kab. Sampang
  • Kota Serang
  • Kota Banjar
  • Kab. Kepulauan Seribu
  • Kota Surabaya
  • Kab. Kebumen
  • Kab. Purworejo
  • Kab. Tasikmalaya
  • Kab. Cianjur
  • Kab. Pandeglang
  • Kab. Majalengka
  • Kab. Lebak
  • Kab. Karawang
  • Kab. Sukabumi
  • Kab. Subang

  • Kab. Tanah Laut
  • Kab. Mempawah
  • Kota Balikpapan
  • Kab. Banjar
  • Kab. Ketapang
  • Kab. Bengkayang
  • Kota Banjarbaru
  • Kab. Barito Selatan
  • Kab. Hulu Sungai Selatan
  • Kab. Sintang
  • Kab. Barito Kuala

  • Kab. Nias Selatan
  • Kota Bukittinggi
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Solok
  • Kota Sawahlunto
  • Kab. Nias Barat
  • Kota Padang Panjang
  • Kab. Karimun
  • Kab. Batanghari
  • Kab. Lingga
  • Kab. Kepulauan Meranti
  • Kab. Dharmasraya
  • Kab. Sijunjung
  • Kota Lubuklinggau
  • Kota Tanjungbalai
  • Kab. Nias Utara
  • Kota Langsa
  • Kota Lhokseumawe
  • Kab. Bintan
  • Kab. Bengkulu Selatan
  • Kab. Bangka Tengah
  • Kota Gunungsitoli
  • Kota Sungai Penuh
  • Kab. Nias
  • Kab. Lebong
  • Kab. Mukomuko
  • Kab. Solok Selatan
  • Kota Pagar Alam
  • Kab. Musi Rawas Utara
  • Kab. Kepahiyang
  • Kab. Kepulauan Mentawai
  • Kab. Bengkulu Tengah
  • Kab. Natuna
  • Kota Sibolga
  • Kab. Aceh Jaya
  • Kab. Bangka Selatan
  • Kab. Kepulauan Anambas
  • Kota Sabang
  • Kab. Pesisir Barat
  • Kab. Simeulue
  • Kab. Aceh Singkil
  • Kab. Aceh Barat Daya
  • Kab. Penukal Abab Lematang Ilir
  • Kota Subulassalam
  • Kab. Gayo Lues
  • Kab. Pidie
  • Kota Jambi
  • Kab. Bengkalis
  • Kab. Lampung Timur
  • Kab. Pesawaran
  • Kab. Lampung Selatan
  • Kab. Kampar
  • Kab. Lampung Utara
  • Kab. Tapanuli Utara
  • Kab. Asahan
  • Kab. Padang Pariaman